keputusan 19 April 2009


manusia tidak pernah dilahirkan untuk memilih. karena pilihan itu sebenarnya dalah nol. kita tidak sedang membicarakan kehendak bebas saat ini. kita sedang berbicara soal keputusan. bagaimana keputusan itu diambil? dan bagaimana keputusan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.

seorang teman pernah berkata bahwa keputusan tak lebih dari sekedar pasir lautan yang terhempas ombak lautan dan kemudian berpindah dan bercampur satu sama lain. tapi sebenarnya keputusan tidak semudah itu. ada pengorbanan dan air mata yang turut menjadi saksi atas pembuatan keputusan.

waktu seolah-olah menertawakan manusia, ketika ia melihat manusia harus termehek-mehek atau bahkan menderita untuk mengambil keputusan. apakah waktu sejahat itu? tapi sebenarnya tidak. ia cukup adil. waktu juga yang kemudian membiarkan serpihan-serpihan kaca yang menancap dihati lama-kelamaan berubah wujud menjadi oksigen dan membarui wajah manusia.

jika saat ini aku menangis ketika aku harus mengambil keputusan, molekul di udara pun ikut menanggung deritaku. jika saat ini aku merasa lemah karena keputusan berat tertanggung padaku, hujan dan rintik air mata berada di sampingku. karena gelembung asap tidak akan pecah sebelum ada keputusan. dan aku tidak akan menjadi orang yang sama lagi.

aku mencintaimu. sangat mencintaimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s