ZaZaZu


“aku suka sekali melihat hujan.”
“ya, aku juga.”
“apalagi, melihat rintiknya pada lampu”
“aku gak nyangka kalo kamu melo juga orangnya..”
“hahaha.. ini bukan melo namanya.”
“trus?”
“aku sedang menggodamu.”
“hahahahahahahahaha…try me!”

Hujan kembali turun malam ini. Lebih deras dari malam kemarin. Aku duduk di kursi kayu di depan pintu, membayangkan sesuatu yang tidak ada. Tiba-tiba teringat apa yang terjadi beberapa hari lalu. Ketika, mata itu bertemu, kemudian molekul-molekul di udara saling bertabrakan, menggelembung dan kemudian pecah seketika. Kita berdua sama-sama menghirupnya. Tak ada kesepakatan, hanya sebuah pertemuan ide yang terjadi.

Saat ini, ketika hujan turun semakin deras. Aku kembali melihat molekul-molekul kecil berwarna tembaga berputar-putar di udara. Tidak seperti biasanya, ada yang berbeda. Aku mencoba menyentuhnya dari dekat, tapi molekul itu menjauh. Kemudian melayang-layang dan perlahan hilang. Tak ada yang ku hirup kali ini. Tak ada sesuatu yang baru disini. Hanya getaran udara mengikis kulitku. Aku memutuskan kembali masuk ke dalam, udara di luar terlalu tidak bersahabat. Mungkin bukan cuma udara, tapi keinginan hati juga. Bukan bermaksud tidak merdeka, tapi hanya berusaha menjaga.

Aku pulang sekarang juga.

Advertisements

One thought on “ZaZaZu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s