3 Menit


“Maaf..sudah lama menunggu, ya?”

“Tidak..Baru saja.” Aku berbohong.

“Kamu terlihat berbeda.. Kapan kita terakhir bertemu?” Senyumnya manis sekali.

“Emm..kapan ya?” Aku berbohong lagi. Karena aku ingat sekali kapan terakhir kali aku melihatnya, bahkan jelas sekali di otakku baju apa yang ia kenakan saat itu.

“Bulan lalu! Ya..Bulan lalu..”

“Oh iya..” Sungguh! Mukaku jelek sekali pasti.

“Tapi baru sebulan, dan kamu terlihat berbeda sekali hari ini..”

“Berbeda?”

“Aku tidak mengenalimu! Kamu berevolusi besar-besaran! Look at you..” Kenapa matanya berbinar?

“Oh ya?” Mukaku semakin jelek.

“Oh, shit.. Jam berapa ini?” Tubuhnya bergerak naik.

“Jam..”

“Oh, no! Aku harus pergi sekarang.. Tapi sungguh, kau terlihat berbeda sekali. Take care, ya.. Jangan lupa, keep contact.” Matanya mengerdip.

Aku tercengang. Aroma wewangian tubuhnya melesat pergi meninggalkan apa yang kupikirkan selama 3 menit sebelumnya.

“Aku sudah menunggumu dari tadi..”

Advertisements

One thought on “3 Menit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s