I See You


Hari ini aku membalik lembaran kertas kesekian dari bukuku. Halaman berikutnya kosong, bersih, tidak bertinta. Ingin sekali menuliskan lembaran ini penuh dengan cerita tentang dirimu. Tapi aku sama sekali tidak bisa menggerakkan pensilku untuk satu kata pun. Satu kata pun tentangmu.

Aku melihatmu di seberang jalan, menunggu sesuatu. Aku tidak tahu apa itu. Kau sibuk dengan telepon selularmu, mengetik-ngetik pesan ke beberapa teman sekaligus (mungkin), membikin janji untuk nongkrong di salah satu coffee shop di malam minggu. Persis!

Aku melihatmu dari sini dan tidak berpindah. Kau juga diam di situ. Tidak peduli apa-apa, hanya peduli pada selularmu. Menunggu apa sebenarnya? Pagi ini kau mengenakan kemeja lengan pendek yang tidak biasa kau pakai kerja, aku belum pernah melihatnya. Celana panjang kain hitam itu, tapi sepertinya lebih baru. Dari kejauhan aku melihat sebuah pena tersemat di kantungmu. Sedikit berbeda dari biasanya. Aku cuma membayangkan, kira-kira untuk keperluan apa kau memakai pena itu. Menandatangani berkaskah? Sekedar menulis notakah? Atau, ia hanya diam di situ saja, hiasan mungkin? Sudah jam segini, dan kau tidak beranjak dari tempatmu.

Aku melihat raut wajahmu. Apakah itu sesuatu yang baru kutemukan? Aku tidak tahu apa itu? Aku cuma tidak tahu itu apa. Sungguh, aku tidak tahu.

Aku menyaksikanmu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarmu (akhirnya). Kamu tertawa keras sekali. Tertawa lepas sekali. Baru kali ini kembali melihat ekspresimu seperti ini. Aku bisa mendengar dengan jelas suaramu dari sini, tapi sungguh! Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Semacam gumamankah? Atau aku yang tidak mengenal bahasa itu?

Aku memperhatikanmu dari sini, namun semua semakin terlihat samar. Aku tidak tahu dari mana kabut-kabut ini berasal sehingga mengaburkan pandanganku. Aku tidak terlalu jelas melihatmu. Tapi aku yakin kau masih di sana. Entah bersama orang-orang itu atau sendirian dengan ponselmu, atau terdiam memangu.

Sungguh, aku melihatmu dari sini, dan aku hampir tidak mengenalimu. Atau jangan-jangan, selama ini aku tidak pernah betul-betul kenal denganmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s