Ketika Sendiri


Aku adalah pengunjung pertama di kedai kopi itu. Jalanan lengang, tanah membasah -baru saja disetubuhi oleh hujan. Lampu-lampu kota yang temaram mulai menciptakan suasana malam.

Duduk sendiri di sini dengan secangkir kopi hangat. Serta-merta menyeretku berpetualang dengan kenanganmu. Tidak banyak. Tidak syahdu. Tidak romantis seperti lagu-lagu cinta. Hanya saja, yang masih menjadi ketakjubanku, bagaimana kau bisa setubuhi aku lewat tatapan saja?

Aku tidak menantimu di sini. Aku hanya sedang orgasme dengan kesendirianku. Begitu merindukanmu.

Advertisements

6 thoughts on “Ketika Sendiri

  1. Sblm Tin Kmarin Mnuju Arah Balik Pulang Ke Jakarta,
    Sjenak Tin Mampir Brsama Tmn Yg Lain Ke Kedai Kopi Yg Ad a Disudut Jln Malioboro.
    Mmg Tdk Lama Mampir Disananya, Hanya Ingin Memastikan “KEBIASAAN” ..
    Bhw Sblm Menempuh Jarak Yg Lumayan Jauh,
    Diri Ini Butuh Sdikit Siraman Cairan Hangat Brupa Secangkir Cafein..
    .
    Smbil Mnikmati Scangkir Kopi Hangat Itu,
    Tanpa Sengaja Mata Tin Membentur 1 Sosok Tubuh,
    Tin “Melihat” 1 Sosok Kaum Hawa Disudut Ruangan,
    Yg Brjarak Hanya 2 Meja Dr Tmpt Kami Duduk.
    Sosok Itu Sdng Duduk Ditemani Majalah & Sprtinya Jg Dgn Scangkir Kopi..
    .
    Pandangan Kami Tdk Brtemu 1 Sm Lain,
    Tapi Sjenak Tin coba Prhatikan Caranya Membaca Majalah Yg Dia Sdng Baca.
    Tiba2 Sbuah Bunyi Hp Mencoba Mengganggu Waktunya Membaca Itu..
    Dia Brsapa Dgn Suara Yg Ad Disbrang Sana.. “Hello..” bla-bla-bla..
    Tdk Ad Prubahan Ekspersi Diwajahnya, Jg Tdk Ad Prubahan Dinada Suaranya..
    Yg Trdengar Jls Dr Tempat Tmn2 Tin Duduk Ini..
    .
    Waktu Trus Brgerak, Cuaca Diluar Yg Trlihat Dr dlm Ruangan Ini,
    Seakan Ingin Memberi Kabar Cepat2lah Brkemas Sblm Hujan Tiba Waktunya..
    Sgra Rombongan Kami Mnuju Ke Mobil Masing2,
    Lalu Dgn Smangat Cafein Yg Br Itu Kami Minum Itu,
    Kami Bergerak Mnuju Jakarta..
    .
    Apakah Skrng Kamu Sdh Tahu, Knp Tin Smpai Menulis Ini?
    Sprtinya Kamu Tdk Tahu..
    Atau Mungkin Kamu Terlalu Tahu??
    Entahlah..
    Hanya Tuhan & Kamu Yg Tahu..
    .
    Timbul Sebuah Gumaman Tentang Sbuah Harapan Keajaiban.. Disudut Hati Ini..
    Mmm.. Sudahlah..
    Sambil Menekan Pedal Gas Mobil, Tin Meninggalkan Kedai Itu..

  2. kedai kopi….. prob ada minuman pokak… hangat juga… entar kalau mau datang… pasti kuhidangkan… utk menyambut dtg nya sang bintang….. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s