Aku Petarung Sejati


Hari ini aku bertarung melawan angin. Berlari berpusara.

Lantas menangis meraung-raung kebingungan.

Seperti pedang tanpa kilat dan petarung tanpa strategi, mengangkat muka setinggi mungkin.

Aku tanpa alas kaki, memijak di udara kemudian terhempas pada duri dan kerikil.

Adalah petarung sejati yang selalu bangkit untuk sesuatu. Walaupun belum tahu itu apa.

Adalah petarung sejati yang selalu bangkit ketika pilu dan luka kian menganga.

 

Hari ini aku bertarung melawan gunung. Berlari linier, sepertinya bertujuan tapi ternyata tidak.

Angin berderai, tak ada yang melerai. Aku bertarung menyisakan keringat dan darah.

Aku petarung sejati. Senantiasa membuka mata dan memicingkan telinga.

Aku petarung sejati. Karena segenap alam berpihak padaku.

Aku petarung sejati. Yang bertarung untuk tiada. Yang mempertaruhkan kekosongan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s