Ini Bukan Sahabat!


Mari kita berbicara soal persahabatan pagi ini. Mari, mari.. sebenarnya yang satu ini topik lawas dan usang. Tapi (saya yakin) sifatnya tidak seperti apa yang saya tulis di kalimat sebelumnya.

Dari kecil, saya melihat kakak dan orang tua saya sebagai model paling ideal dalam keseharian saya. Kakak saya selalu punya teman dekat, teman sejati, sahabat, ah..atau apalah namanya.. yang jelas sahabat yang selalu pergi berdua kemana-mana, atau bertiga. Tapi biasanya di antara tiga, ada satu yang paling dekat. Si dia tahu banget seperti apa kakak saya, keinginannya, best friend lah.. Hampir sama juga dengan kakak saya yang lain. Dia punya sahabat yang selalu kemana-mana sama dia. “Pokoknya, kalau mau cari Sonya dimana, coba tanya Kurnia.” begitu kata Ibu saya suatu hari. Ah, seperti itulah sahabat, pinang di belah dua. Sampai kemudian biarkan orang-orang di sekitar berpikir bahwa kalian kembar atau kakak adik.

Ini mengerikan.

Apakah ketika saya punya satu orang teman yang begitu dekat dengan saya, kemudian saya akan melihat subyektif terhadap hubungan persahabatan yang lain, atau bahkan cara saya memandang hidup? Saya yakin setiap orang yang kita kenal punya pengaruh, apapun itu, dalam kepribadian atau pun pola pikir kita. Saya punya teman yang sering sekali ngobrol sama saya. Soal apapun! Termasuk persahabatan. Pola pikir, prinsip hidup, baik-buruk, cantik-buruk, perempuan-laki-laki, apalagi? Semua topik hampir sudah pernah kita kupas habis. Sampai pada keputusan-keputusan yang mendasar.

Hampir seperti kedua kakak saya dan temannya. Kemana-mana berdua, ngapai-ngapain berdua, apa-apa berdua. Oh my gosh! Ini terdengar mengerikan, tidak? Tentu tidak. Apa yang salah punya teman dekat yang melakukan segala sesuatu berdua. Seperti kembar siam.

Banyak suara yang berdengung di sekitar saya, ‘kok mau temenan ama dia?’, ‘Banyak lho yang gak tahan ama dia.’,  ‘Dia?? Come on..’ blablablablabalbalalbalbala… Tapi saya toh tidak pernah dan tidak terpikir untuk menanyakan pertanyaan yang sama dalam benak saya; kenapa saya mau temenan sama dia? Gak penting, kan?

Saya tidak pernah menyalahkan waktu atas perubahan yang terjadi. Bahkan ketika evolusi dan revolusi selalu menggunakan waktu sebagai penandanya. Tidak. Waktu tidak pernah salah. Perubahannyalah yang harus ditinjau ulang. Atau bahkan mungkin, tidak ada yang salah sama sekali?

Saya berjalan sangat jauh menjauh. Termasuk berpura-pura tidak mengendus aroma kecurigaan. Saya berpura-pura tidak melihat tatapan aneh. Saya juga merencanakan tuli atas bisikan-bisikan ingin tahu. Apa yang salah jika tidak lagi bersama-sama? Kenapa jika tidak lagi bergandengan tangan?

Ternyata persahabatan saya punya pengaruh terhadap dunia di luar. Pengaruh yang cukup besar sepertinya, dan hanya beberapa orang yang menyadarinya dan sedikit sekali dari mereka yang mengakuinya. Bolehkah saya tersenyum untuk yang satu ini?

Kata saya satu hari pada seorang  teman, “Mungkin tidak punya teman yang sangat dekat adalah baik.” Tentu saja dia langsung bertanya kembali kepada saya. “Karena.. seorang teman mungkin akan menghambatmu. Kalau ada pepatah yang bilang, sahabat itu pasti membebaskan sahabatnya, selalu support dengan setiap keputusan, blablablabla.. Itu omong kosong. Renungkan baik-baik. Lihat kenyataannya baik-baik.”

Saya kembali ke rumah dan berkaca, “Apakah kamu bahagia?” Ya. Saya bahagia, tidak pura-pura. Walaupun saya memang tidak nyaman dengan apa yang saya jumpai setiap harinya. Tapi saya bahagia, dan tidak pura-pura. Saya pikir, tiap orang juga tidak bisa memutuskan apakah orang lain bahagia atau tidak tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Tentang persahabatan yang satu ini, saya hanya terlalu ikut campur dengan keputusannya selama ini. Termasuk ketika saya sangat kecewa dan tidak setuju atas apa yang dilakukannya. Walaupun, saya sadar sesadar-sadarnya. Saya tidak punya hak apa-apa. Tapi cukup membuat saya merasa bersalah.

Dia mungkin bahagia. Saya berharap demikian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s