Aku, Manusia


Pada mulanya adalah Firman. Dan Firman itulah yang menandai kehidupan di muka bumi. Semuanya berenang, mengambang dan kemudian bersinar. Bumi ditumbuhi segala macam jenis tanaman liar, dihidupi segala macam jenis binatang melata. Semua merayap meraung-raung menuju pusara. Angin berputar bergelombang. Lautan pasang tanpa kenal surut. Segala bumi bersuka. Diciptakan bukan untuk malapetaka.

Ia yang berfirman, bertahta pada awan-awan. Menguasai segala yang tampak dan tidak tampak. Segala yang kasat mengakui, segala sesuatu akan kembali pada akhirnya.

Manusia adalah yang paling mulia, begitulah Firman. Mengitari alam, menyirami bumi dengan kasih, membawa perubahan pada dunia dan isinya,  juga makhluk sesamanya. Manusia yang dipuja-puja: paling sempurna dan tiada bercela.

Namun sayang, terkadang buta padahal celik diciptakan. Terkadang tuli padahal jeli mendengar diciptakan. Terkadang bisu padahal lantang diciptakan. Terkadang lupa padahal tiada cacat diciptakan. Terkadang tidak peka padahal begitu dengan perasaan diciptakan. Terkadang bebal padahal dengan penuh kasih diciptakan. Terkadang begitu bodoh padahal dengan logika diciptakan. Terkadang menjadi tuhan padahal hanya ciptaan.

Pada mulanya adalah Firman. Dan Firman yang menciptakan segala. Tapi manusia adalah pemangsa tanpa kuasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s