Ada Perempuan yang Meresahkannya di Ujung Sana


Ada perempuan yang meresahkannya di ujung sana. Selalu membawa namanya dalam sujud kepada Bumi, dan bertelut menghamba merendahkan diri untuk meminta perlindungan. Entah apa yang diresahkan, sehingga ia begitu takut untuk ditinggalkan. Entah apa yang diresahkan, sehingga air matanya selalu jatuh diribaan. Sedang kata-kata tidak sanggup mencegah lelakinya untuk pergi. Sehingga dengan air mata pula, ia menghapus jauh-jauh prasangka buruk yang akan menggerogoti hatinya. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menjadi putih dan menyerahkan semuanya kepada jalan yang menuntun lelakinya menyusuri apa yang harus dilakukan. Walau sebenarnya, begitu besar keinginannya untuk mencurahkan air matanya kembali agar lelakinya bertahan, tidak meneruskan langkah, walau ia tahu itu tidak akan berlangsung lama. Perasaannya kuat, matanya awas, tangannya cekatan untuk senantiasa merasakan keberadaan lelakinya. Tapi raga memang masalah, perempuan tetap berlinang air mata. Tidak ada yang dapat dilakukan selain memberkati jalan lelakinya.

Raga memang masalah, saudariku.. tapi doa mendekatkan jiwa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s