Hawa


Apakah kamu manusia?

E.. Aku..

Kamu bernafas?

Ya..

Kamu memiliki aroma tubuh?

Ya..

Kamu tau siapa namamu?

Ya.

Siapa?

Aku.. Hawa.

Kamu punya teman?

Ya.

Siapa?

Adam.

Di mana dia?

Sedang minum di sungai.

Baiklah. Ini pembicaraan antara kita berdua.

Siapa ibumu?

E.. Ibu?

Siapa ayahmu?

E..Ayah?

Ini apa?

Tumbuhan.

Gunanya?

Untuk kumakan.

Darimana kamu tahu itu?

Dari Tuhan.

Siapa Tuhan?

Ia yang menciptakan aku. Kamu belum pernah bertemu denganNya?

…  Apa nama tumbuhan ini?

E..tidak tahu.

Kamu pernah makan ini?

Ya,tentu! Kamu mau coba?

Tidak. Bagaimana rasanya?

Enak,enak sekali.

Dari mana kau bisa mengatakan bahwa itu enak?

Tuhan yang mengatakanNya padaku.

Hemm.. Jadi kau percaya bahwa itu enak?

Ya! Enak sekali. Cobalah!

Tidak, aku sudah sarapan tadi. Terima kasih. Baiklah, apa yang kau lakukan di sini sekarang?

Aku berkebun! Aku bisa menyiram bunga, memanen buah.. Lihat ini, buah ini belum terlalu masak, jadi jangan kau petik, tunggulah beberapa hari sampai dia memerah. Itu tandanya ia sudah masak, dan kau boleh memakannya.

Dari mana kau tau semua ini!?

Karena aku mengalaminya sendiri. Pernah sewaktu masih hijau,kumakan buah ini, tapi akibatnya, perutku sakit. Kemudian pernah lagi, waktu masih kuning, perutku tidak sakit, tapi terasa begitu aneh di lidah. Sehingga, suatu hari, aku menunggu agak lebih lama dari biasanya, kemudian dia memerah. Kucoba memakannya, dan kau lihat? Aku begitu segar sekarang. Rasanya enak! Lebih dari yang kau bayangkan!

Aku tidak pernah membayangkan rasanya. Apakah kau tidak merasa kedinginan?

Apa itu?

Lupakan. Apakah kau senang tinggal di sini?

Apa itu? Se-nang?? Apa itu?

Lupakan. Siapa itu adam?

Oh, dia kawanku. Aku bertemu dengannya di sini.

Dia baik padamu?

Kami suka bergurau dan berkebun bersama. Biasanya ia yang menanam, aku yang menyirami, ia yang membersihkan daun-daun yang jatuh, dan aku yang memanen buah-buah. Begitulah.. 🙂

Kalian pernah bermusuhan?

Apa itu? Kau darimana? Aku banyak bertanya tentang bahasamu.

Kapan kau bertemu Tuhan?

Tiap waktu aku bisa menemuiNya. Ayo kuajak kau menemuiNya. Ia begitu humoris.

Kau tahu humoris?

Ia punya banyak cerita! Ayo!

Tidak, jangan sekarang. Aku belum selesai bertanya padamu.

Baiklah.

Kau tau cinta?

Ya! Kau tahu?

Aku bertanya padamu..

Kutunjukkan padamu sekarang, ayo ikut aku!

Kemana?

Ke Tuhan.. Ayo!

Dia cinta??

Ayolaaahhh..

Sudah cukup. Terima kasih telah meluangkan waktumu.

 

Seseorang itu pergi berbalik, meninggalkan Hawa yang sedang kebingungan. Ia tidak bisa menerima fakta. Tepat sebelum keluar dari gerbang taman itu, ia menunduk dan mendapati dirinya dalam pantulan air sungai, dan kemudian bertanya pada bayangannya, “Kalau kamu, siapa kamu sebenarnya?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s