Tidak Mampu


Malam ini udara penuh sesak dengan karbondioksida. Udara ini saling menghimpit seolah mereka yang paling diharapkan untuk dihirup.
Aku berpeluh menahan sesuatu yang tak dapat kubendung pergolakannya. ini terlalu hebat, ketika aku merasa memilikimu tapi sekaligus-pada waktu yang bersamaan, aku menyadari bahwa aku bukanlah siapa-siapa. Kau bertanya padaku,sakitkah itu? Dengan lirih, entah apa ini namanya, aku hanya sedang menahan rasanya, “Tidak sakit, tapi ini seperti bius yang tanpa aku sadari melumpuhkanku. Bukankah akan mati rasa jika pada akhirnya benar-benar lumpuh?”

Aku merasakan dada seorang basah oleh airmataku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s