The longing


Jalan. Debu.  Aroma hujan.
Katamu, kau tak pulang.
Dedaunan gugur bukan pertanda, namun angin yang tak bersahabat adalah jawabannya.
Hanya alam yang dapat mengerti dalamnya perasaan seseorang.

Aku tidak pernah melambaikan tangan ketika kau beringsut pergi.
Hanya karena aku yakin, di sinilah rumahmu.
Aku tidak pernah menangis ketika kau berbalik menuju arah matahari.
Hanya karena aku yakin, kau tidak pernah lupa jalan pulang.

Secarik kertas meranggas di ssela-sela daun-ddaun yang gugur, bertuliskan;
Fatima tidak pernah mengenal waktu. Penantian adalah ilusi. Ia tetap di sini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s