Dengan Coklat Panas


“Rain, oh.. Rain..”
“What are you looking for?”
“Nothing.. I’m just.. Wondering..”

Kalau sisa tetes hujan malam ini habis, aku belum tentu yakin apakah matahari akan dengan segera menyapa kita. Walaupun bisa saja mereka berubah menjadi embun-embun hangat di pagi hari.
Tapi ini, selalu begini. Entah kenapa. Aku tidak butuh kamu ada.
Aku hanya.. tidak bisa berhenti terheran-heran.
Bahwa aku tidak punya alasan untuk melupakanmu.

Aroma tanah masih terasa jelas menjalar di saraf-saraf penciuman.
Hangatnya rongga tanah yang ditetesi air hujan sepertinya tidak dapat menggantikan keberadaan diri seseorang. Hampir persis seperti luka. Merana dan memilih putus asa.
Malam ini, aku duduk di bangku seberang kita. Aku hanya sekali menoleh ke sana. Ke kursi yang biasanya. Bukan untuk memastikan sesuatu. Aku hanya mencoba mengerti bahwa kehidupan yang berputar tidak pernah melewati jalan yang sama.

Dan saat ini ia sedang memilih jalan yang lain.

-dengan coklat panas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s