Janji


Juni pagi, di hari Sabtu. 2013.

Pagi ini aku berjanji kepada seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, bahwa aku akan melihat aksinya dalam sebuah lomba Marching Band. Ia akan tampil dalam beberapa jam ke depan, membawa drumnya yang bulat besar. Tadi malam ia sempat mengeluh pundaknya sakit dan kakinya lelah.

6.49.
Aku harus bergegas. Ini lebih dari sekedar menepati janji. Aku merasa ini akan mencetak jejak untuk masa depannya.

Advertisements

2 thoughts on “Janji

  1. Operah pernah berkunjung ke sebuah sekolah. Ajaibnya sekitar 20 tahun ke depan mereka bertemu dalam acara spektakuler itu. Hanya karena Operah memberikan Magic word yang kemudian terpatri dan menghantarkan anak itu menjadi soerang yang besar. Datang dan beri sentuhan jari kecilmu. Bisikkan sesuatu dan panjatkan doa untuknya. Sebuah magic word untuk selalu diingatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s