Percakapan Malam


Dingin. Sembilu.

Aku baru saja mengunci pagar setelah seorang teman lama datang berkunjung. Hampir satu tahun yang lalu terakhir kali aku menemuinya. Musim berganti, arah angin berbeda, kehidupannya pun berubah.

Pertemuan 3 jam kami, -yang sebagian besar adalah ceritanya, membuat pikiranku terusik tentang kenyataan, kebutuhan, pernikahan, dan cinta. Ini seperti kompleksifitas yang tidak mempunyai pemisah. Banyak sekali yang ia ceritakan, komplit dengan sudut pandangnya sebagai seorang individu, perempuan, ibu, dan teman. Ia bercerita bagaimana cinta baru adalah yang menghidupkannya kembali, tanpa berpikir apa yang akan terjadi esok hari, seperti hidup di atas awan, dalam mimpi, dan inilah fatamorgana. Di lain sisi, bagaimana ia senantiasa terbayang-bayang mata anak-anaknya yang tanpa pamrih dan dendam, tanpa rengek dan tangisan, selalu tertawa walau susu tak ada, dan inilah kenyataannya.

Kulihat matanya berkaca-kaca. Hari semakin larut, sebelum berpisah, “Satu hal yang aku yakini, bahwa tidak ada yang lebih membahagiakan, apapun itu di dunia ini; baju bermerk, makanan termahal, tempat tinggal mewah, seks yang hebat, atau kebalikannya, segalanya tak ada, sekali lagi, tidak ada yang lebih membahagiakan selain mata anak-anakku yang senantiasa berbinar ketika melihat ibunya pulang. Ibu itu tiang keluarga. Separah-parahnya bapaknya, selama tiangnya tetap tegak berdiri, rumah ini masih ada kehidupan.”

Angin dingin malam menghantar kepulangannya. Tapi cinta anak-anaknya adalah penghangat yang menenangkan.


Bengawan solo. Untuk sahabat tercinta. Kau selalu hebat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s