‘Release’


Sungguh, kali ini saya tidak bisa menjelaskan secara detail apa yang terasa.

Bagaimana jika kamu punya rasa cinta, kamu punya hubungan, kamu punya tujuan, tapi kamu juga sungguh sadar akan keadaannya? Bukan seperti menantikan ‘waktunya’ datang, namun ternyata yang di depan ini seolah berkata demikian. Bukan bermaksud seperti  paranormal yang canggih bisa memprediksi masa depan, tapi manusia dikaruniai logika untuk berpikir tentang resiko dan akibat. Inilah yang sedang saya lihat, -tanpa gelas kristal, kemenyan, cangkir isi ampas teh, atau kartu tarot yang berjajar. Ini logika.

Di sisi lain, saya juga punya unsur ketidak logikaan.
Karena saya tahu resiko dan akibat yang bisa saya tanggung, saya menjadi berpikir kembali. Saya lebih mencintai apa yang saya yakini, bukan karena saya takut. Namun, itu adalah pondasi saya. Tiap orang punya cara berpikir yang berbeda. Dan sebagai perempuan, bukan menempatkannya pada posisi kedua, tapi dalam hal ini, perempuan menjadi sosok pengikut, bukan pencipta, -saya sadar itu. Hanya saja, perempuan, saya, seorang individu, -juga memiliki prinsip kehidupan. Bukan takdir, atau nasib, bukan pula keegosentrisan manusia, melainkan sesuatu yang hakiki dan mutlak. Sehingga, akhirnya saya memutuskan untuk memilikinya dengan cara ‘release’. Nah, bagian ini yang sulit diterjemahkan. Perasaan ‘release’, dengan cara yang ‘ringan’.

Bukan bukan.. bukan meremehkan, bukan tanpa tujuan, bukan main-main atau tidak serius. Bukan..
Ya ini ‘release’..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s